Selasa, 12 Maret 2013

Belajar dari Seekor "SEMUT"

Apa yang anda ketahui tentang semut? Gigitannya yang sakit dan gatal? Diidentik dengan gula? Nasi? Ya, memang benar. Hewan satu ini hampir dikenal oleh seluruh manusia, karena untuk mengetes keberadaannya hanya dengan menaruh nasi ataupun gula di suatu tempat. Di situ ada gula, di situ ada semut. Ada seorang profesor dari Inggris melakukan penelitian tentang kebiasaan seekor semut. Pada hari pertama, dia meletakkan segenggam nasi yang jaraknya tak terlalu jauh dari sebuah sarang semut. Setelah menunggu tak lebih dari 5 menit secara tidak teduga, datang serombongan hewan kecil ini mendekati nasi tersebut. Kemudian, mereka mengangkat sebutir nasi secara satu persatu sampai nasi itu habis. Melihat peristiwa tersebut, si profesor berdecak kagum. Pada hari kedua, profesor tersebut melakukan suatu percobaan yang cukup unik tentang semut. Kali ini, dia mencari sarang semut. Setelah menemukannya, dia langsung menghancurkan sarang semut tersebut. Karena merasa sarangnya diganggu, maka semutpun berhamburan keluar dan naik ke atas sepatu dan celana si profesor tersebut, dan melakukan pembalasan. Mereka menggigit dengan penuh semangat dan sangat kuat. Tidak hanya satu, dua, tiga, sepuluh tapi ratusan semutpun ikut membantu. Semangat dan kekompakan yang luar biasa. Lagi-lagi, si profesor berdecak kagum. Dari pengamatannya selama dua hari tersebut, si profesor menemukan banyak karakter positif dari semut. Dia juga menuliskan hasil pengamatannya. Dan hebatnya lagi, karakter positif semut sudah menjadi filosofi hidup para semut, dapat pula dijadikan pedoman untuk bekerja, belajar. Memang filosofi ini sangat sederhana, namun jika kita dapat menerapkannya, kita akan menjadi pekerja handal yang luar biasa. Pelajaran yang dapat diambil dari seekor semut adalah sebagai berikut. -Semut selalu bekerja sama Kerja sama? Ketika kita perhatikan cara kerja semut, mulai mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Bersatu kita runtuh, bercerai kita berantakan. Perhatikan lidi! Jika kita hanya menggunakan sapu dengan satu lidi, akan susah untuk membersihkan sesuatu. Tetapi, jika kita menggunakan sapu dengan lidi yang banyak, subhanallah akan mudah untuk membersihkan sesuatu. Begitu juga dengan semut, sebutir nasi yang cukup berat tidak akan dipindahkan dengan seekor semut. Tapi, dengan kerja samanya, mereka bisa mengangkatnya dengan mudah layaknya membalikkan telapak tangan. Ternyata, setelah dilakukan penelitian, menyebutkan bahwa jenis serangga ini memiliki sistem kehidupan yang tertib yang membatasi perilaku tiap-tiap anggota masyarakatnya layaknya sebuah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang ratu. Dengan kerja samanya, ketika mereka dihadapkan pada rintangan yang berupa air. Maka, semut jantan yang memiliki badan kuat akan membangun suatu jembatan dengan cara mengaitkan kaki mereka masing-masing, sehingga semut-semut yang lemah dan terluka serta yang sudah tua atau masih kecil, bisa melewati rintangan itu dengan selamat. Subhanallah. Ada hal unik dari kerajaan semut, yakni terdapat 'Majelis Syura' yang anggota-anggoanya bertugas untuk memberikan masukan kepada ratu, dalam menetapkan setiap keputusan yang akan diambilnya, terlebih pada saat-saat penting. -Semut saling peduli kebiasan senut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bahasa manusia, menegur atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka. Dalam dunia islam, semua manusia itu diciptakan sama. Yang membedakan adalah tingkat ketakwaannya. Ada sebuah cerita tentang kepedulian seseorang akan memberikan dampak yang positif. Seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya di sudut jalan Tolsty, penulis besar Rusia yang kebetulan lewat di depannya, langsung berhenti dan mencoba mencari uang logam di sakunya. Ternyata, tidak ada.dengan amat sedih ia berkata, “jangnlah marah padaku, hai Saudaraku. Aku tidak bawa uang”. Mendengar kata-kata itu, wajah pengemis berbinar-binar, dan ia menjawab, “tak apa-apa, wahai saudaraku. Saya gembira sekali, karena Anda menyebut saya saudara, ini pemberian yang sangat luar biasa bagi saya.” subhanallah, orang kaya yang rendah hati dan peduli kepada sesamanya. Luar biasa! -Semut tidak pernah menyerah Bila kita menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Luar biasa! Menakjubkan! Mereka terus mencari jalan keluar. Sebuah filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan kita sendiri. Alkisah, ada seorang pemuda yang berniat bunuh diri karena merasa tidak mampu lagi menahan penderitaan hidup ini. Kemdian, pemuda itu nersandar pada sebuah pohon, sambil memegang sebilah piasu yang siap membunuh dirinya kapan saja. Di detik-detik akhir keputusasannya mengakhiri hidup, pandangannya tertuju pada seekor semut yang tampak kewalahan mengangkat beban yang jauh lebih berat dan berat dari dirinya. Beban itu berkali-kali jatuh saat ia hendak melewati sebuah tanjakan, namun berulang kali pula semut itu mencoba segala upaya dengan mengangkat, menyeret dan mendorong beban itu sampai akhirnya berhasil melewati tanjakan. Pembaca,kira-kira apa yang terbesit di benak si pemuda? Masih ingin bunuh diri? Apa yang dilakukannya? Pemuda itu merasa malu pada diri sendiri dan pada semangat yang ada pada tubuh kecil si semut. Sertamerta ia bangkit dan mengurungkan niatnya. Semut telah mengajarkannya. Kita tidak boleh kalah oleh masalh, karena sesungguhnya masalah itu diciptakan untuk dikalahkan. -Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin dan sebaliknya Panas menjadi dingin? Dingin menjadi panas? Hah, itulah semut. Ini adalah cara pandang yang sangat penting. Kita tidak boleh terlalu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang hidup, begitu juga sebaliknya. Semut-semut suka mengmpulkan makaan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Implementasinya adalah bukan mengajarka kepada kita untuk terus mengumpulkan harta dan menimbunnya. Tapi, kita harus bekerja keras. Kita seharusnyamemikirkan badai sewaktu kita menikmati pasir dan sinar matahari. Berpekirlah ke depan, seperti halnys, 'sedia payung sebelum hujan'. Allah berfirman dalam Alquran, surah an-naml, Ayat 18 yang artinya : Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari". Di dalam ayat ini, ada suatu bukti yang jelas bahwa semut-semut mempunyai suatu bahasa untuk memahami satu sama lain,, dan memberikan kemampuan mukjizat kepada Nabi Sulaiman untuk mendengar dan memahamisuara-suara mereka. Para Ilmuwan berusaha untuk menangkap isyarat-isyarat akustik yang diucapkan semut-semut. Subhanallah, ternyata semut bisa berbicara. Berikut kisah Nabi Sulaiman dengan seekor semut. Suatu ketika, kerajaan Nabi Sulaiman AS mengalami musim kering (kemarau) yang begitu panjang. Lama sekali, sudah tidak turun hujan. Kekeringan melanda di mana-mana. Karena merasa belas kasihan, Nabi Sulaiman mulai mengunjungi umatnya dan mengajaknya untuk berdoa kepada Allah dengan tujuan untuk memoho agar diturunkan hujan. Dalam perjalanan, Nabi Sulaiman melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu.semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Nabi Sulaiman adalah nabi yang bisa mengerti bahasa hewan, termasuk bahasa semut. Kemudian, Nabi Muhammad mendengar si semut berdoa, "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku". Mendengar doa si semut, nabi Sulaiman langsung memerintahkan umatnya untuk segera pulang, karena Allah telah mengabulkan doa si semut. Subhanallah... Tahukah anda apa khasiat dari sarang semut? Obat? Racun? Penetral antara racun dan obat? Secara empiris, sarang semut telah terbukti dapat menyembuhkan baragam penyakit, baik penyakit ringan, sedang , bahkan berat. Seperti kanker dan tumor, asamurat, jantung koroner, wasir, TBC, migrain, rematik, dan leukimia. Pertanyaanya, ada apa di sarang semut tersebut? Ternyata, di sana mengandung flavonoid. Dengan flavonoid inilah, bisa melawan tumor atau kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan difernsiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi obat atau kombinasi dari mekanisme tesebut